CONTOH TEKS CERITA SEJARAH

 

 1. Tuliskan contoh teks cerita sejarah!

ASAL USUL KOTABUMI




     Dahulu, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang baik dan bijaksana. Kerajaan itu terletak di daerah Lampung Utara dan raja yang dimaksud bernama Baginda Tutur Jimat. Pada suatu hari, raja memanggil putra tertuanya untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.

     “Ada apa Ayahanda? Kenapa saya dipanggil mendadak? Adakah sesuatu yang penting hendak dibicarakan?” tanya Paniakan Dalem, putra tertua raja. Raja tersenyum.

     “Benar, Anakku. Kau lihat Ayah sudah semakin tua. Fisik Ayah semakin lemah sehingga tidak mungkin terus bekerja mengurus kerajaan ini. Jadi mulai hari ini kau akan menggantikan Ayah sebagai raja untuk meneruskan cita-cita para pendiri kerajaan terdahulu yang merupakan keturunan Ratu Darah Putih,” jelas Raja sambil menepuk-nepuk pundak putra kesayangannya tersebut.

     Ia tampak begitu yakin akan kemampuan Paniakan Dalem dalam memimpin kerajaan.

     Tentu saja sang putra tidak mungkin menolak amanat raja. Ia tidak punya pilihan lain. Maka sejak saat itu, ia bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita sang Ayah.

     Paniakan Dalem lalu menikah dan bersamaan dengan itu kerajaan tumbuh semakin besar dan maju. Rakyatnyapun aman sejahtera. Raja muda semakin berbinar-binar setelah ia juga mendapat rejeki berupa kehadiran seorang putra yang tampan dan kemudian diberi nama Muhammad. Putra mahkota tersebut lalu berhasil tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan cerdas. Ia mewarisi sifat dari sang kakek yang sangat peduli dengan masyarakat di bawah. Pangeran Muhammad sering berkunjung ke desa-desa dan bertemu dengan masyarakat secara langsung.

     Bersamaan dengan itu, kerajaan juga semakin berkembang. Keturunan Ratu Darah Putih semakin banyak dan tersebar luas dimana-mana. Paniakan Dalem mulai memikirkan banyak cara agar keturunan kerajaan ini bisa selalu mengenang leluhur mereka namun tak kunjung mendapat solusi yang tepat.

     Pada suatu hari setelah selesai berkunjung ke desa-desa di kerajaan, ia langsung menemui Paniakan Dalem, Ayahnya.

     “Ayah aku baru saja mengunjungi sebuah desa dekat hutan tempat aku berburu. Masyarakatnya sangat ramah dan menyambut kami dengan suka cita. Mereka bercerita padaku bahwa mereka adalah keturunan Kuto Bumi. Siapakah Kuto Bumi, Ayah?” tanya Muhammad penasaran.

     “Oh...itu adalah Ratu yang dulu pernah memimpin daerah kita ini. Jadi beliau adalah nenek moyang kita. Kita semua merupakan keturunan beliau,” jawab raja dengan wajah berbinar.

     “Kalau begitu bagaimana jika daerah kita ini kita namakan Kuto Bumi, Ayah. Untuk mengenang beliau dan agar anak keturunan beliau tidak lupa akan asal usulnya. Dengan demikian, semua orang yang berasal dari sini dapat selalu mengenang leluhur mereka,” timpal Muhammad semangat.

     Raja yang sejak dulu terus memikirkan bagaimana caranya agar keturunan kerajaan yang dipimpinnya bisa terus mengenang leluhur mereka langsung menyetujui usul itu. Maka sejak saat itu daerah tersebut lebih dikenal dengan nama Kuto Bumi yang lama kelamaan lebih sering disebut dengan nama Kotabumi, ibukota Lampung Utara.


2. Tuliskan contoh dari teks sejarahnya!

KERATUAN DARAH PUTIH

     Sejarah yang berkaitan dengan teks cerita sejarah “Asal Usul Kotabumi” adalah Keratuan Darah Putih sebab bagi mereka, ratu merupakan sebutan bagi raja yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam suatu daerah. Itu sebabnya daerah yang dipimpin pun berbentuk keratuan bukan kerajaan.

    Keratuan Darah Putih adalah salah satu Keratuan yang menganut agama Islam. Letaknya di Kabupaten Lampung Selatan. Dalam sejarahnya, sosok Ratu Darah Putih adalah putra dari Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Djati.

    Ketika Sunan Gunung Djati menjadi Sultan Cirebon dan kemudian mendirikan Kesultanan Banten, Sunan Gunung Djati melihat pancaran cahaya yang tegak menembus langit. Ia lalu mendatangi sumber cahaya itu, dan ternyata cahaya itu keluar dari Keratuan Pugung Lampung Timur.

    Pada saat mendatangi Keratuan Pugung, Sunan Gunung Djati melihat Putri dari Ratu Pugung, yaitu Putri Sinar Alam. Ketika Sunan Gunung Djati mengutarakan maksud untuk menikahi Putri Sinar Alam, ternyata Ratu Pugung menolak pinangan tersebut. Alasannya, putri pertama tidak boleh menikah dengan selain Keturunan Keratuan Pugung.

    Untuk mengobati kekecewaan Sunan Gunung Djati, Ratu Pugung menikahkan putri keduanya dengan Sunan Gunung Djati. Dari pernikahan ini, Sunan Gunung Djati dan putri kedua Ratu Pugung mendapatkan keturunan dan diberi nama Minak Gejala Bidin.

    Ketika Sunan Gunung Djati kembali ke Cirebon, beliau kembali melihat pancaran sinar yang terlihat seperti awal mengunjungi Keratuan Pugung. Dan akhirnya setelah setahun berlalu, Sunan Gunung Djati kembali mengunjugi Keratuan Pugung dan beliaupun akan menikahi Putri Sinar Alam, dan akhirnya disetujui oleh Ratu Pugung dan dinikahkan dengan putri pertamanya.

    Ketika Putri Sinar Alam melahirkan putranya, Sunan Gunung Djati tidak sedang ada di Keratuan Pugung dan diberikan nama Minak Gejala Ratu.

    Ketika mereka besar dan ayah mereka belum pernah mengunjungi mereka, merekapun bertanya “Dimana ayah kami” dan ibunda merekapun menjawab, “Ayah kalian adalah seorang Sultan di Cirebon.”

    Akhirnya mereka berduapun berangkat dengan menaiki perahu untuk menemui ayahnya. Sesampainya di pertengahan jalan, sang kakak yaitu Minak Gejala Bidin merasa cincinnya tertinggal. Dan ia pun memerintahkan adiknya untuk kembali dan mengambil cincinnya itu.

    Ketika Minak Gejala Ratu kembali untuk mengambil cincin, ibunya pun berkata cincin kakakmu aku selipkan di perbekalan.

     Sementara karena merasa menunggu lama, Minak Gejala Ratu akhirnya meninggalkan adiknya dan menuju Cirebon sendirian dan disambut oleh sang ayah dan diberikan harta yang banyak. Ia kemudian kembali ke Lampung.

    Malangnya, sang adik melihat sang kakak sudah berangkat terlebih dahulu akhirnya Minak Gejala Ratu berangkat juga seorang diri. Ketika menghadap di Kesultanan Cirebon, Minak Gejala Ratu tidak diakui karena baru saja kakaknya yang juga mengaku sebagai putranya dari ibu yang berasal dari keturunan Keratuan Pugung.

    Dengan tidak menyerah, Minak Gejala Ratu terus berusaha meyakinkan sang ayah. Akhirnya sang ayahpun berkata, “Jika kamu anakku, maka darahmu berwarna putih.”

    Akhirnya Minak Gejala Ratu mengambil padi dan ditorehkan dikeningnya, yang kamudian mengeluarkan dan meneteskan darah berwarna putih. Setelah itu, kemudian Sunan Gunung Djati mengganti namanya menjadi Muhammad Aji Saka dan memberikan warisan hanya berupa peti kecil.

    Ayahnya berpesan “Buka peti itu dimana hatimu merasa pas akan tempat itu.” Akhirnya Muhammad Aji Saka berlayar ke Lampung.

    Karena dirasa hatinya pas untuk membuka peti akhirnya Muhammad Aji Saka melabuh dan membukanya. Ketika dibuka sungguh tak disangka isi peti tersebut berterbangan dan menjadi pasukan yang taat mengabdi kepada Muhammad Aji Saka dan mendirikan Keratuan. Karena darahnya putih maka keratuan tersebut diberi nama Keratuan Darah Putih pada abad ke-15.

    Kemudian Ratu Darah Putih menikah dengan Putri Sultan Aceh yang bernama Putri Tun Penatih. Adapun makam Ratu Darah Putih berasama sang istri terletak di Keramat Saksi, Kuripan, Penengahan. Dari Ratu Darah Putih inilah nantinya akan menurunkan pahlawan nasional Lampung, yaitu Raden Intan II.


3. Tentukan struktur dari teks cerita sejarah tersebut!

-. Paragraf pertama (Bold) merupakan orientasi

-. Paragraf ketiga, keempat, dan kelima, keenam (Bold) merupakan pengungkapan peristiwa

-. Paragraf ketujuh (Bold) merupakan puncak masalah

-. Paragraf kesebelas dan keduabelas (Bold) merupakan resolusi

Untuk teks cerita sejarah ini tidak menggunakan koda sebagai salah satu strukturnya


4. Tentukan kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah tersebut!

-. Warna orange merupakan kalimat bermakna lampau

-. Warna merah merupakan kalimat langsung (dialog)

-. Warna ungu merupakan kalimat tak langsung

-. Warna hijau muda merupakan kata kerja mental

-. Warna biru merupakan kata sifat (Adjektiva)

-. Warna merah muda merupakan kata kerja material

-. Yang digarisbawahi merupakan pronomina atau kata ganti



IDENTITAS DIRI

Nama: Sri Regina Nainggolan 

Kelas: XII IPA 3




Komentar

  1. Baguss bangett, pewarnaannya buat ngerti apa aja kaidah nyaa

    BalasHapus
  2. bagus sekali, sangat informatif. terimakasih🙌🏻

    BalasHapus
  3. bagusss sekalii, pewarnaannya membantu mendapatkan pengetahuan baru. semangattt🙌🏼

    BalasHapus
  4. bagus dan edukatif sekali, semangatt

    BalasHapus
  5. bagus dan edukatif sekali

    BalasHapus
  6. pembahasan yg sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. bahasanya lugas dan mudah dipahami, kerenn

    BalasHapus
  8. Sangat informatif. Semangat mengedukasi cantikkk

    BalasHapus
  9. Bagus dan keren sekali

    BalasHapus
  10. klasifikasi strukturnya sudah baguss

    BalasHapus
  11. pewarnaan kaidahnya membantu sekali

    BalasHapus
  12. bagus penjelasannnya

    BalasHapus
  13. bagus sekali pewarnaannya

    BalasHapus
  14. nice, pembuatannya bagus

    BalasHapus
  15. keren sekali penjelasannya

    BalasHapus
  16. bagus sekali penjelasannya ditambah ada warna warna nya juga

    BalasHapus
  17. penjelasannya lengkap dan mudah di mengerti

    BalasHapus

Posting Komentar